Profesionalisme dalam Krisis Kebudayaan Luhur
Ketika saya mengungkapkan sebuah filosofi Jawa mengenai keutamaan kerja dari pada hak atau ‘sepi ing pamrih rame ing gawe’ seorang kerabat mengatakan bahwa filosofi itu sudah ketinggalan jaman dan tidak relevan untuk kehidupan saat ini. Duit adalah yg terutama dan kita bekerja tak lain adalah untuk mencari uang.
Tak salah memang, namun tidak dapat dibenarkan begitu saja. Profesionalisme dalam pandangan saya justru lebih mengutamakan kwalitas kerja sedangkan keuangan atau rejeki secara bertahap akan mengikuti kwalitas pekerjaan kita. Profesionalisme dalam kontek sepi ing pamrih rame ing gawe sejatinya mengandung nilai ibadah dan mengarahkan diri pada pengabdian hidup. Dapat kita lihat kenyataan- kenyataan yg memprihatinkan dalam kehidupan sehari- hari, ketika pengabdian semakin lama menipis dari peradaban. Seseorang berjuang keras mencapai status pegawai negeri hanya untuk mendapatkan pensiun dan fasilitas- fasilitas manis lainnya. Atau seorang caleg yg mati- matian untuk dapat duduk di kursi legistatif demi prospek bisnis yang lebih besar. Sama sekali tidak profesional bahkan merupakan sebuah itikad buruk yg menjadikan bangsa ini semakin terpuruk. Hal ini dapat dilihat dari proses perjuangan mereka kalau perlu dilengkapi dengan suap sana suap sini, dan kelak ketika kedudukan sudah tercapai yg difikir dominan sudah pasti bukanlah profesional dalam bekerja melainkan cubit sana sini untuk mengembalikan modal awal.
Filosofi Jawa tentang profesionalisme merupakan salah satu aset kekayaan budaya luhur bangsa. Namun budaya untuk masa ini lebih dikenal sebagai tontonan dari pada tuntunan. Padahal dalam kenyataannya, krisis budaya luhur yg terjadi dalam masyarakat saat inilah yg menjadikan semakin berkembangnya penyimpangan- penyimpangan norma dan aturan, sementara sebenarnya dakwah agama pun semakin gencar dan aturan2 serta hukum- hukum semakin diperketat. Pelanggaran semakin rapi dan terorganisir dan inilah satu bentuk dari krisis budaya luhur!
Tinggalkan sebuah Komentar
Jadilah yang pertama untuk berkomentar!