Gangguan Jiwa di Hampir Setiap Orang
Seseorang dikatakan ‘waras’ apabila memiliki kondisi yang lazim dialami oleh manusia pada umumnya. Maka ketika seseorang berfikir ataupun berperilaku tidak seperti lazimnya dilakukan oleh orang lain dikatakanlah memiliki gangguan jiwa. Namun pandangan ini merupakan kaca mata umum, hal mana setiap hal dipandang secara umum tidak secara khusus sebagaimana pandangan seorang dokter jiwa atau psikiater.<?php the_excerpt[ Pandangan secara umum ini memiliki barometer yg selalu berubah seiring jaman dan lingkungan. Di desa atau lingkungan pesantren ketika seseorang memakai pakaian minim berjalan kesana kemari, sudah tentu dikatakan kurang waras, sekalipun sebenarnya mode tsb lagi in di kota.
Dalam wawasan budaya luhur khususnya ‘kawruh Kejawen’, warasnya orang- orang di Jaman Edan ini tetap saja sebagai orang Edan alias nggak waras, sekalipun tampak lahir mereka adalah orang- orang waras dan berperilaku normal pada umumnya. Bahkan tersebut adalah dari golongan ulama ataupun cendikiawan. Aparat yg menyalahgunakan wewenangnya, pejabat yg korupsi sampai dengan rakyat kecil yg bergaya pejabat. Dan para penyebar agamapun yg kini disucikan, dulu pun dikategorikan sebagai orang gila. Saat ini Orang- orang yg mengaku waras di jaman Edan ini tampak menguasai keadaan, menindas atas nama hukum, menzalimi hingga membunuh atas nama kebenaran.
Fitrah manusia sebagai khalifah di muka bumi berpotensi sebagai slogan belaka ketika perang dan kebejatan moral semakin membumi dalam masyarakat orang- orang waras di jaman ini.
Fenomena gangguan jiwa ada di hampir setiap orang.
Mari kita ambil cermin, tatap lekat diri kita dan tanyakan, waraskah saya?
Husna Azizah membalas:
harusnya di beri sumber data yang akurat
(harusnya memang demikian, trims atas kunjungan dan motivasinya, salam kenal)
Mei 7, 2009 at 10:57 am. Permalink.