Belajar Silat untuk Sehat

Silat merupakan salah satu aset budaya nasional dari warisan nenek moyang yang memiliki kekayaan materi fisik dan spiritual. Utamanya fisik, silat berasal dari upaya- upaya pertahanan diri yang kemudian melahirkan tehnik- tehnik beladiri, walau didalamnya pula terdapat kandungan- kandungan spiritual seperti kerendahhatian, kasih sayang dan persaudaraan. Namun dari kandungan- kandungan itu pula menjadikan silat berbatasan dengan budaya kekerasan.
Disinilah titik awal terjadinya penyimpangan terhadap silat sebagai budaya luhur bahkan dari silat ataupun beladiri umumnya justru mampu melahirkan oknum- oknum pembela harga diri dan kebenaran yang justru mengotori dunia persilatan.
Namun setelah seseorang mengkaji dan mempelajari silat lebih lanjut dan semakin mendalam, maka semestinya yang timbul adalah jiwa satriya dan rendah hati, terkecuali bagi orang- orang tertentu yang memiliki “kebebalan” tertentu alias BEBAL!
Ilmu Silat tak terbatas, semakin diselami maka semakin banyak hal yang harus diketahui, dipahami dan dikuasai. Dan semakin menyadari bahwa keilmuan kita masih belum selayaknya ditimbang dengan para pencipta beladiri. Memahami hal ini maka bertahap akan memupus kesombongan atas kemampuan diri. Bahkan dalam masa tertentu tak lagi terlintas tujuan silat adalah beladiri, namun silat adalah tuntunan hidup, pengetahuan dan olahraga bahkan hiburan.
Pesilat sejati justru lebih mengedepankan silaturahmi bahkan sedapat mungkin menghindar dari pertikaian. Demikian hal nyata bahwa silat mampu menjadikan kehidupan sehat lahir dan batin, selama Pendidikan Budi Pekerti Luhur ditanamkan. Dan pe-er bagi para pelatih untuk tidak hanya mengajarkan silat sebagai materi fisik semata.
Lestarikan Silat Indonesia!

Mei 10, 2009. Kaitkata: , , . Opini.

3 Komentar

  1. prayogo membalas:

    Kok kalau saya melihat, orang2 yang berlajar silat kebanyakan malah sombong. Mungkin mentang2 dia puna ilmu (walau tidak semuanya seperti itu).

    Lihat saja di daerah jawa, sering kali satu perguruan dengan perguruan yang lain berantem. Masing2 ingin menunjukkan siapa yang lebih hebat.

  2. tunjungtutur membalas:

    Silat sebagai salah satu warisan budaya luhur sebenarnya mengandung bahkan sarat norma- norma keluhuran hidup. Namun mungkin saja hal ini lupa ditekankan kedalam kurikulum pengajaran. Atau bisa jadi memang demikianlah perkembangan karakter manusia di Jaman yang “soyo edan” ini. Kita bisa juga lihat penyimpangan di bidang lain yg selayaknya menjadi panutan yaitu agama dan pemerintahan.
    Matur Nuwun atas kunjungannya, salam kenal :-)

  3. Herifan membalas:

    Asalammualaikum.
    Wilujeng..
    Slm hormat,buat pengasuh.
    Slm akrab buat sedulur sanggar silatu rahmi pangastuti.
    waktu kian berlalu,seiring putaran nya,membawa kita dlm bnyk prubahan.ilmu,status pekerja’an,sosial,ekonomi dll.pasang surutny terkadang membuat kita jenuh.dgn kei ikalsan,smg kt dpt lewati semuaini.
    Berbagi cerita.
    di tmpt kerja baru sy merasa senang,bnyk hal yg saya temukn.walw sebagian belum bisa membuat saya puas.mencoba keiklasan hati,ats smua ini.smg ada hikmah ny buat saya.sy yg selalu mengimpikan jln tebentang luas untuk di tapaki.
    Hal yg mengesan kn buat sy.do’a para sedulur melepas kepergian saya.yg bisa mmbuat sy mlngkah tmp beban.hingga ketika ada benturan2 kecil.ingtan ini kembalikan sy tuk bersemangt.
    Hny ini yg sy smpai kan..

    Semoga kt semua mendapatkn limpahan rahmat nya.(tuhan YME)
    AMIen..

    (Wa ‘alaikumsalam,
    Semoga Sukses dan terus Berprestasi!)

    :-)

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Trackback URI

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.